Studium Generale: Best Practice Kurikulum TVET Malaysia Bersama Pakar UTHM
Surabaya, 3 Februari 2026
— Program Studi Magister Pengembangan Sumber Daya Manusia (S2 PSDM) Sekolah
Pascasarjana Universitas Negeri Surabaya (UNESA) telah sukses menyelenggarakan
kegiatan Studium Generale bertema “Technical and Vocational Education
Curriculum in Malaysia: Best Practice from UTHM”. Kegiatan ini menghadirkan
narasumber internasional, Prof. Madya Ts. Dr. Alias Bin Masek dari
Universiti Tun Hussein Onn Malaysia (UTHM), yang merupakan pakar dalam bidang
pendidikan vokasi dan pengembangan kurikulum Technical and Vocational Education
and Training (TVET).
Kegiatan Studium Generale
ini bertujuan memberikan wawasan global kepada mahasiswa dan sivitas akademika
mengenai praktik terbaik pengelolaan pendidikan vokasi di Malaysia, khususnya
dalam pengembangan sistem pendidikan dan kurikulum TVET yang adaptif terhadap
kebutuhan industri.
Dalam pemaparannya, Prof.
Alias menjelaskan bahwa implementasi TVET di Malaysia menjadi bagian penting
dalam strategi pembangunan sumber daya manusia yang unggul dan berdaya saing.
Pemerintah Malaysia secara serius mengembangkan pendidikan vokasi sebagai jalur
pendidikan yang setara dengan pendidikan akademik, dengan fokus pada penguatan
keterampilan praktis dan kesiapan kerja lulusan.
Lebih lanjut, narasumber
memaparkan penerapan TVET di Malaysia yang dilakukan melalui kolaborasi erat
antara institusi pendidikan, pemerintah, dan sektor industri. Kolaborasi
tersebut bertujuan memastikan bahwa proses pembelajaran mampu menghasilkan lulusan
yang memiliki kompetensi sesuai dengan kebutuhan dunia kerja. Pendekatan ini
juga mendorong adanya keterlibatan industri dalam proses perancangan kurikulum,
pelaksanaan pembelajaran praktik, serta evaluasi kompetensi lulusan.
Prof. Alias juga
menjelaskan sistem pendidikan TVET di Malaysia yang dirancang secara
terstruktur dan fleksibel. Sistem ini memungkinkan peserta didik untuk menempuh
jalur pendidikan vokasi mulai dari tingkat menengah hingga pendidikan tinggi.
Selain itu, sistem TVET di Malaysia memberikan kesempatan kepada peserta didik
untuk memperoleh pengalaman kerja melalui program pelatihan industri, sehingga
lulusan memiliki kesiapan kerja yang lebih matang.
Dalam kesempatan
tersebut, narasumber turut membedah kurikulum TVET di Malaysia yang disusun
berbasis kompetensi dan berorientasi pada kebutuhan industri. Kurikulum TVET
menekankan keseimbangan antara penguasaan teori dan praktik, dengan pendekatan
pembelajaran berbasis proyek (project-based learning) serta pengalaman
kerja lapangan. Kurikulum ini juga mengintegrasikan pengembangan soft skills,
seperti kemampuan komunikasi, kerja sama tim, kreativitas, dan pemecahan
masalah, yang menjadi kompetensi penting dalam dunia kerja modern.
Melalui kegiatan Studium
Generale ini, peserta memperoleh pemahaman komprehensif mengenai sistem
pendidikan vokasi di Malaysia serta praktik terbaik dalam pengembangan
kurikulum TVET yang relevan dengan kebutuhan industri global. Kegiatan ini
diharapkan dapat menjadi referensi dalam pengembangan pendidikan vokasi serta
meningkatkan kualitas lulusan yang kompeten, adaptif, dan siap bersaing di
tingkat internasional.
Pelaksanaan Studium
Generale ini sekaligus menjadi wujud komitmen institusi dalam menghadirkan
pembelajaran berwawasan global, memperkuat jejaring kerja sama internasional,
serta meningkatkan kualitas pendidikan yang selaras dengan perkembangan dunia
industri dan kebutuhan pasar kerja.