Kuliah Tamu Internasional: Workforce Capacity Building dan Strategi Sukses Menghadapi Wawancara Kerja
Surabaya, 4 Februari 2026
— Program Studi Magister Pengembangan Sumber Daya Manusia (S2 PSDM) Sekolah
Pascasarjana Universitas Negeri Surabaya (UNESA) telah sukses menyelenggarakan
kegiatan kuliah tamu internasional bertema “Workforce Capacity Building: HRD
Perspectives” yang menghadirkan narasumber Dr. Edwin James B. Villaflor,
akademisi dan praktisi dari Capiz State University, Filipina. Kegiatan ini
bertujuan memberikan wawasan kepada mahasiswa mengenai pengembangan kapasitas
sumber daya manusia serta strategi mempersiapkan diri untuk memasuki dunia
kerja secara profesional.
Dalam pemaparannya, Dr.
Edwin menekankan pentingnya kesiapan individu dalam menghadapi persaingan dunia
kerja yang semakin kompetitif. Menurutnya, keberhasilan memperoleh pekerjaan
tidak hanya ditentukan oleh latar belakang pendidikan, tetapi juga oleh kemampuan
individu dalam membangun citra diri, menunjukkan kompetensi, serta menampilkan
karakter profesional yang sesuai dengan kebutuhan organisasi.
Salah satu materi utama
yang disampaikan adalah mengenai strategi menjual diri (self-marketing) dalam
proses pencarian kerja. Dr. Edwin menjelaskan bahwa setiap individu perlu mampu
mengidentifikasi potensi, pengalaman, serta keunggulan yang dimiliki, kemudian
mengemasnya menjadi nilai tambah yang dapat menarik perhatian perusahaan.
Kemampuan ini menjadi bagian penting dalam proses seleksi kerja, khususnya pada
tahap wawancara.
Secara khusus, narasumber
membagikan berbagai trik dan strategi dalam menghadapi wawancara kerja.
Pertama, kandidat harus melakukan persiapan secara menyeluruh dengan memahami
profil perusahaan, budaya organisasi, serta posisi pekerjaan yang dilamar. Persiapan
ini menunjukkan keseriusan kandidat sekaligus membantu dalam menyusun jawaban
yang relevan dengan kebutuhan perusahaan.
Kedua, kandidat perlu
mampu menjelaskan pengalaman, keterampilan, serta pencapaian yang dimiliki
secara terstruktur dan meyakinkan. Dr. Edwin menekankan pentingnya penggunaan
contoh konkret untuk menggambarkan kemampuan yang dimiliki sehingga pewawancara
dapat memahami kontribusi nyata kandidat.
Ketiga, narasumber
menyoroti pentingnya komunikasi interpersonal dan bahasa tubuh dalam proses
wawancara. Sikap percaya diri, kemampuan mendengarkan secara aktif, serta etika
komunikasi yang baik menjadi indikator profesionalisme yang sangat diperhatikan
oleh perusahaan.
Keempat, kandidat
dianjurkan untuk mempersiapkan diri dalam menghadapi pertanyaan kritis serta
mampu menjawab pertanyaan secara jujur dan reflektif. Selain itu, latihan
simulasi wawancara dinilai sangat membantu dalam meningkatkan kesiapan mental
dan mengurangi rasa gugup saat menghadapi pewawancara.
Melalui kegiatan kuliah
tamu ini, mahasiswa memperoleh pemahaman praktis mengenai pentingnya
pengembangan kapasitas diri serta strategi efektif dalam menghadapi proses
rekrutmen kerja. Kegiatan ini diharapkan mampu meningkatkan kesiapan mahasiswa
dalam memasuki dunia kerja serta memperkuat kompetensi profesional lulusan.
Kegiatan kuliah tamu internasional ini juga menjadi bentuk komitmen institusi dalam menghadirkan pembelajaran berbasis global perspective serta memperluas wawasan mahasiswa mengenai tuntutan dan dinamika dunia kerja profesional.