Bukan Soal Skill, Ini Akar Gagalnya Target Kerja: Talkshow S2 PSDM UNESA di Radio Mercury FM
Surabaya, 20 Januari 2026 — Program Studi
Magister Pengembangan Sumber Daya Manusia (S2 PSDM) Sekolah Pascasarjana
Universitas Negeri Surabaya (UNESA) kembali berkontribusi dalam penguatan
literasi pengelolaan sumber daya manusia melalui kegiatan talkshow radio yang
disiarkan oleh Radio Mercury FM Surabaya. Kegiatan ini dilaksanakan pada hari
Rabu, 20 Januari 2026, sebagai bagian dari program diskusi Solusi SDM, yang
mengangkat tema “Skill Ada, Target Gagal: Apa yang Salah di Tempat Kerja?”.
Talkshow ini menghadirkan Koordinator
Program Studi S2 PSDM UNESA, Dr. Syunu Trihantoyo, S.Pd., M.Pd., sebagai
narasumber utama. Diskusi dipandu dalam format dialog interaktif yang bertujuan
mengajak pendengar untuk melihat persoalan kinerja organisasi dari perspektif
yang lebih mendalam dan komprehensif, khususnya terkait hubungan antara
kompetensi teknis dan perilaku kerja dalam pencapaian target organisasi.
Dalam pemaparannya, narasumber menegaskan
bahwa kegagalan pencapaian target di banyak organisasi sering kali secara
otomatis dikaitkan dengan kurangnya keterampilan individu, kelemahan sistem
kerja, atau strategi organisasi yang dianggap tidak tepat. Namun demikian,
realitas di lapangan menunjukkan bahwa tidak sedikit organisasi yang telah
memiliki sumber daya manusia dengan tingkat pendidikan, pengalaman, dan
pelatihan yang memadai, tetapi tetap mengalami stagnasi kinerja. Kondisi
tersebut mengindikasikan adanya faktor lain yang luput dari perhatian
manajemen, terutama aspek perilaku kerja (work behavior).
Diskusi menyoroti bahwa cara individu
berkomunikasi, menyikapi tekanan kerja, mengambil tanggung jawab, bekerja dalam
tim, serta merespons perubahan organisasi merupakan determinan penting dalam
pencapaian kinerja. Perilaku kerja yang tidak adaptif, meskipun sering dianggap
sebagai persoalan kecil, dapat memberikan dampak signifikan terhadap
efektivitas tim dan kegagalan pencapaian target secara kolektif. Oleh karena
itu, pendekatan pengembangan SDM tidak dapat semata-mata berfokus pada
peningkatan keterampilan teknis, tetapi juga harus menyentuh dimensi sikap,
nilai, dan pola perilaku kerja.
Melalui sesi tanya jawab yang terstruktur,
diskusi ini mengulas berbagai isu strategis, mulai dari alasan mengapa
investasi besar dalam pelatihan belum tentu berbanding lurus dengan peningkatan
kinerja, batas antara persoalan keterampilan dan masalah perilaku kerja, hingga
dampak perilaku individu terhadap standar kerja tim. Selain itu, dibahas pula
indikator awal yang dapat digunakan oleh pengelola SDM untuk mendeteksi masalah
perilaku kerja, serta alternatif intervensi yang realistis dan berdampak tinggi
tanpa harus menambah anggaran pelatihan.
Talkshow ini juga memberikan refleksi
praktis bagi para pendengar, khususnya pekerja dan pengelola SDM, bahwa
perbaikan kinerja dapat dimulai dari perubahan perilaku kerja yang paling
mendasar, seperti peningkatan rasa tanggung jawab, keterbukaan terhadap umpan
balik, dan komitmen terhadap kerja kolaboratif. Pendekatan ini diharapkan mampu
membangun budaya kerja yang lebih sehat, produktif, dan berorientasi pada
pencapaian tujuan bersama.
Melalui kegiatan ini, Program Studi S2 PSDM
UNESA menegaskan komitmennya untuk terus berperan aktif dalam menyebarluaskan
pemikiran akademik dan praktik terbaik di bidang pengembangan sumber daya
manusia. Keterlibatan dalam forum publik seperti talkshow radio menjadi salah
satu bentuk kontribusi nyata dalam menjembatani kajian akademik dengan
kebutuhan dunia kerja dan organisasi, baik di sektor publik maupun swasta.